Wednesday, July 31, 2013

PROLOG -Silent Words-



Leana:
Aku tidak pernah ingat apa-apa. Yang ku ingat hanyalah aku sudah ada di panti asuhan ini sejak pertama aku mendapat ingatanku. Orang-orang menganggapku aneh. Karena aku tidak mau bicara pada siapapun. Mereka semua memandangku kadang dengan tatapan kasihan, kadang ketakutan. Entah kenapa. padahal aku hanya tidak ingin bicara dengan mereka.
Pengurus panti asuhanku sampai menyerah mengajakku bicara. Mereka berkomunikasi denganku lewat senyuman kasihan mereka. Aku kebanyakan menghabiskan waktu dengan memandangi danau di belakang panti. Begitupun dengan teman-teman sebayaku. Mereka malah mengira bahwa aku bisu sehingga tidak ada yang mengajakku bermain, toh aku juga tidak ingin bermain dengan mereka.
Hari ini aku berusia 5  tahun. Sebenarnya aku hanya menduga. Aku tidak tahu kapan aku lahir. Aku tahu hari ini aku berusia 5 tahun karena ibu pengurus panti asuhan yang memberi tahuku. Ia mengucapkan selamat ulang tahun dan menodakanku yang baik-baik. Walaupun aku tahu, dia sangat berharap aku mau atau mungkin bisa berbicara.
Aku hanya berbicara pada Tuhan. Aku tahu, Dia yang membuat semua hidupku jadi seperti ini. Tapi rasanya membenciNya sangatlah tidak mungkin bagiku. Aku menyayangiNya dengan caraku sendiri. Aku suka menulis. Aku menulis hal-hal yang indah, lalu aku membacanya dalam hati agar Tuhan tahu. Aku hanya membagi puisi-puisiku denganNya.
Danau di belakang panti adalah tempat terindah yang pernah kukunjungi. Mengingat aku hanya berada di panti dan di danau ini. Udara dingin nan sejuk. Air jernih dan suhunya yang sedingin air es, ikan-ikan kecil, terkadang kunang-kunang yang berkelap-kelip di hari berkabut, dan juga hutan pinus yang mengelilingi danau.
Kadang aku sangat tergoda untuk masuk ke dalam hutan pinus  yang gelap. Mungkin saja di sana banyak kurcaci. Atau mungkin peri-peri kecil yang ada di dongeng? Tapi yang paling membuatku penasaran adalah dari mana sumber air danau ini? Pasti sumber airnya jauh lebih indah. Hanya saja danau ini amat luas, aku tidak mungkin berenang ke seberang danau atau menggunakan kapal. Karena di sini tidak ada. Mungkin dulunya tempat ini tempat wisata. Hanya saja sekarang ditinggalkan entah karena alas an apa.
Ibu panti pernah melarangku pergi kesini. Katanya di sini banyak penyihir jahat, banyak setannya. Tapi aku merasa nyaman di sini. Jadi aku tak menghiraukan perkataannnya. Airnya sejuk sehingga aku sering memainkan kakiku di air danau. Membuatku berjingkat ketika merasakan dinginnya. Hal itu selalu kulakukan lagi, karena menyenangkan. Aku tertawa bahagia. Tidak ada seorangpun disini. Aku bisa tersenyum.
“Kamu anak yang manis, suara tawamu merdu. Tapi kenapa kamu banyak diam sayang?” orang itu. Tersenyum.  Senyum yang berbeda dari yang lainnya. Senyum yang belum pernah kulihat. Siapa laki-laki ini?
Untuk pertama kalinya, aku ingin bertanya. “Tuan siapa?”
“Jangan panggil aku Tuan, karena namaku Alex.” Lagi-lagi orang itu tersenyum padaku. “Nah, sedang apa kau disini?”
“Disini sejuk. Aku suka.” Aku berkata pelan. Rasanya menyenangkan merasakan angin keluar dari mulutku.
“Kalau begitu lanjutkan saja apa yang kamu lakukan.” Ia mencak rambutku kemudian mengecup ubun-ubunku. Ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah buku, bersampul kulit warna cokelat kayu.
Aku belum sempat mengucapkan terima kasih. Tapi laki-laki itu sudah pergi jauh sekali. Dia membuatku berbicara padanya. Dia membuatku ingin menceritakan semuanya pada laki-laki itu. Aku tahu, aku akan menyukai orang ini. Aku akan menyayanginya karena kebaikannya padaku.

3 comments:

  1. Baru prolognya udah menarik banget, penasaran kelanjutannya :)

    Oh iya, saya suka kalimat-kalimat ini :
    "Aku hanya berbicara pada Tuhan. Aku tahu, Dia yang membuat semua hidupku jadi seperti ini. Tapi rasanya membenciNya sangatlah tidak mungkin bagiku..."

    Saya mengalami itu, saya memiliki kekurangan, sehingga banyak yang mungkin harusnya bisa raih namun terhambat karena kekurangan ini... dan saya tahu Dia lah yang membuat hidup saya seperti ini, tidak seperti yang saya harapkan dari sejak kecil... tapi ya seperti itulah, kita sama sekali tidak bisa bahkan tidak berhak untuk membenci dan menggugat-Nya.... terus belajar bersyukur, hanya itu yang bisa lakukan... wihhh kok jadi curcol yah, hehe... btw, sukses follow di #17, kalau gak keberatan follback yah...

    salam blogger, salam persahabatan....

    ReplyDelete
  2. Maaf lo bru bisa bls.... Subuk bgt akhur akhir inu.huhyhu... Mksh bgt ya......

    ReplyDelete